WASPADA WARIAN BARU VIRUS CORONA B.1.17, B.1.617 & B.1.351 MASUK INDONESIA

Dwi H 04 May 2021

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengkonfirmasi masuknya tiga varian baru virus Corona (Covid-19) dari luar negeri ke Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengungkapkan, tiga varian baru virus Corona yaitu, varian B.1.1.7 asal Inggris, varian mutasi ganda B.1.617 asal India dan varian B.1.351 dari Afrika Selatan.

Menurut Menkes, hingga saat ini sudah ada 16 kasus Covid-19 di Indonesia yang disebabkan penularan mutasi baru virus corona dari ketiga negara tersebut. Ke-16 kasus ini telah dilaporkan Budi Gunadi kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, Senin (3/5/2021).

Dalam siaran langsung konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden ini, Menkes menyebutkan, dari 16 WNI yang terpapar varian Corona baru ini, perinciannya adalah 13 orang terpapar varian B.1.1.7 asal Inggris. Domisili mereka tersebar di beberapa provinsi. Kemudian, 2 warga DKI Jakarta terpapar varian B.1.617 asal India. Dan, 1 warga Bali terpapar varian B.1.351 dari Afrika Selatan.    

Menkes menekankan, varian baru yang menyebabkan 16 kasus penularan ini masuk kategori varian of concern atau mutasi yang memang sangat diperhatikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pasalnya, dampak penularan yang diakibatkan ketiga varian baru ini lebih besar, sehingga Menkes meminta masyarakat lebih waspada.

"Mumpung masih sedikit dan varian ini pasti akan segera menyebar karena penularannya relatif lebih tinggi dibandingkan yang lain, menjadi tugas kita bersama untuk melakukan isolasi bagi yang terpapar, disiplin melakukan testing dan tracing atau penelusuran kepada kontak erat di sekitarnya," lanjut Menkes Budi.

Menkes juga mengingatkan masyarakat tetap menjalankan protokol Kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak secara disiplin. “Apa pun virusnya dan seperti apa pun mutasinya, tetap bisa dicegah penularannya jika protokol kesehatan diterapkan maksimal,” tambahnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi membenarkan, ketiga varian baru virus Corona yaitu B.1.1.7 asal Inggris, B.1.617 asal India, dan B.1.351 dari Afrika Selatan, semuanya sudah masuk ke Indonesia dengan jumah warga yang terpapar 16 orang.

 

Berpotensi Lebih Berbahaya

Varian B.1.1.7, yang pertama kali ditemukan di Inggris, diperkirakan 50% lebih menular daripada varian sebelumnya. Sejak 20 Desember 2020, beberapa negara melaporkan kasus infeksi dari garis keturunan B.1.1.7, termasuk Indonesia dan AS. Varian ini dikaitkan dengan peningkatan transmisi yang lebih efisien dan cepat.

Januari 2021, ilmuwan Inggris melaporkan bukti yang menunjukkan varian B.1.1.7 berpotensi menyebabkan peningkatan risiko kematian dibandingkan varian lain. Sayangnya, laporan ini tidak menemukan bukti yang menunjukkan bisa berdampak pada tingkat keparahan penyakit atau kemanjuran vaksin.

Sementara itu, varian B.1.617 merupakan varian baru yang pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020. Mengutip Strait Times, varian B.1.617 disebut juga "Mutan Ganda." Karena varian virus ini mengandung dua mutasi di dalamnya, yakni L4525 dan E484Q.

Mutasi L425R dikhawatirkan dapat meningkatkan transmisi virus dan mengurangi kemanjuran antibodi. Sementara E484Q dikhawatirkan membuat virus memiliki pengikatan sel yang lebih baik dibanding sebelumnya dan berpotensi menghindari kekebalan. Saat ini, strain ini terdeteksi di 16 negara, termasuk Indonesia, Singapura dan Inggris.

Kemudian, mutasi B.1.351 pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan, awal Oktober 2020. Sejak itu, virus menyebar dan ditemukan di luar negara asalnya, seperti Zambia, AS dan Indonesia. Kasus B.1.351 dilaporkan di AS pada akhir Januari 2021. Mutasi virus ini dicurigai dapat mempengaruhi netralisasi beberapa antibodi, tetapi tidak terdeteksi meningkatkan risiko keparahan penyakit.

 

Potensi Lonjakan

Terkait potensi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia akibat tiga varian virus baru ini, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengingatkan, tak menutup kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia jika jumlah varian B.1.617 dari India ini, sudah banyak menyebar di beberapa wilayah dan masyarakat tak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau jumlah virus bermutasi B.1.617 sudah di atas ambang tertentu, dipastikan akan terjadi peningkatan yang sangat besar seperti India. Meski jumlah penduduk Indonesia seperlima India, tapi akan tetap terjadi peningkatan kalau penerapan 3M menurun dan survelains testing-nya juga turun," kata Pandu.   

Karena itu, Pandu meminta masyarakat tetap ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, membatasi mobilitas, baik keluar kota untuk mudik dan wisata di dalam kota. Ia mengaku sangat prihatin menyaksikan masyarakat mulai tak disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan, sedangkan varian baru virus corona terus bermunculan.

"Kita enggak boleh bilang terlambat, sekarang kita ketahui varian baru virus, sekarang juga kita harus berbuat untuk mengantisipasi. Ketika ada sesuatu kondisi darurat di India, kita harus berbuat lebih cepat lagi agar mampu mengatasi. Tapi persoalannya, saya melihat itu enggak terjadi. Jadi, saya memperkirakan, kalau sudah seperti ini, habis lebaran kasus akan meningkat," tandasnya.  

Lebih lanjut, Pandu menegaskan, varian mutasi ganda B.1.617 diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Karena itu, ia meminta pemerintah lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan agar lonjakan kasus Covid-19 tidak terlalu tinggi.

"Kita harus berusaha keras agar lonjakannya tidak terlalu tinggi, tidak sampai RS kolaps, tidak sampai banyak yang meninggal. Nah, hal-hal ini yang harus disiapkan dan betul-betul tegas agar orang selalu memakai masker," pungkasnya.

Naskah: Dwi H
Foto: Kemenkes & Pemprov DKI

Berita Lainnya

Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 H Mohon Maaf Lahir & Batin

30 April 2022

BUKA PUASA BERSAMA & SYUKURAN MILAD KE-5 RS KHUSUS BEDAH HALIMUN

13 April 2022

JADWAL LIBUR IDUL FITRI TAHUN 1443 H/2022 M

08 April 2022

KARYAWAN RS KHUSUS BEDAH HALIMUN BAGIKAN TAKJIL RAMADHAN 1443 H

07 April 2022