JANGAN TUNGGU NYERI, KENALI RISIKO & PENCEGAHAN CEDERA ACL SEJAK DINI

Dwi H 27 October 2025

Pernahkah kamu mendengar suara “krek!” di lutut ketika sedang berlari, melompat, atau olahraga lainnya? Mungkin terdengar sepele, tapi bagi banyak atlet—baik pemula maupun yang sudah berpengalaman—suara itu dapat menjadi pertanda awal dari cedera tulang-ligamen serius: cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament atau Alur Depan Lutut).

Cedera ini tak hanya membawa rasa sakit sesaat, tetapi dapat mengubah hidup seseorang: mengganggu aktivitas sehari-hari, menunda olahraga, menunda impian menjadi altet professional, bahkan menimbulkan komplikasi jangka panjang. Karena itu, melalui artikel ini RSKB Halimun mengajak pembaca untuk tidak menunggu rasa nyeri muncul, melainkan mengenali risiko ACL sedini mungkin kemudian melakukan upaya mencegahnya.

Bagaimana Cedera ACL Terjadi

ACL adalah ligamen penting di tengah sendi lutut yang menjaga stabilitas dan kekokohan lutut, terutama saat bergerak memutar, berhenti tiba-tiba, atau mendarat setelah lompatan.

Kenyatannya, beberapa cedera ACL terjadi tanpa benturan langsung (non-contact), misalnya saat berputar cepat, mengubah arah mendadak, atau mendarat dengan posisi lutut yang tidak ideal (knee valgus, lutut “mengarah ke dalam”). 

Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko cedera ACL yang dapat diubah (modifiable), di antaranya:

  • Kekuatan otot paha belakang (hamstring) kurang baik dibanding paha depan (quadriceps).
  • Teknik pendaratan buruk.
  • Kontrol neuromuscular lemah (Neuromuscular: kombinasi antara sistem saraf dan otot yang bekerja sama untuk terjadinya pergerakan tubuh).
  • Kelelahan otot.

Sedangkan faktor risiko cedera ACL yang tidak dapat diubah (non-modifiable), di antaranya:

  • Jenis kelamin (wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi).
  • Anatomi lutut atau panggul.
  • Riwayat cedera lutut sebelumnya.

“Menunggu Nyeri” Itu Tidak Aman

Tidak semua cedera ACL langsung menimbulkan rasa sakit hebat atau pembengkakan besar. Seringkali gejala awalnya samar, seperti lutut terasa kurang stabil, ada bunyi di dalam, atau kekakuan ringan setelah aktivitas intens.

Jika dibiarkan, instabilitas lutut dapat menyebabkan kerusakan tambahan pada meniskus, kartilago, atau struktur lain di sekitar lutut. Lebih jauh lagi, penelitian menunjukkan, orang yang pernah mengalami cedera ACL memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoartritis lutut (pengapuran sendi) di masa depan, bahkan setelah dilakukan rekonstruksi ACL.

Strategi Pencegahan

Berikut beberapa strategi untuk mengurangi risiko cedera ACL:

 

Strategi

Penjelasan Singkat

 

Latihan Neuromuscular / Kontrol Gerakan

Program pelatihan untuk memperbaiki pola gerakan lutut, terutama saat melompat, mendarat, memutar, dan berhenti mendadak. Penelitian menunjukkan, program ini dapat mengurangi risiko cedera ACL hingga 50%.

 

Penguatan Otot Inti, Panggul, Hamstring

Program ini mendukung stabilitas lutut dan  meminimalkan beban berlebih ke ACL.

 

Teknik Pendaratan yang Benar

Saat melompat dan mendarat, pastikan lutut tidak collapsing ke dalam, gunakan fleksi (tekuk) yang cukup pada lutut dan pinggul, serta jaga agar dada tidak condong terlalu depan atau ke belakang.

 

Pemanasan dan Peregangan

Sebelum aktivitas intens, otot dan sendi perlu “bangun” agar adaptif terhadap beban dengan pemanasan dan peregangan yang cukup.

 

Manajemen Beban Latihan & Istirahat

Hindari lonjakan mendadak beban latihan atau jadwal kompetisi. Berikan waktu cukup untuk pemulihan tubuh agar otot tidak lelah dan kehilangan kontrol gerak.

 

 

Bagi atlet, pelatih, atau siapapun yang aktif dalam aktivitas fisik, mempertimbangkan program pencegahan cedera ACL sebagai bagian dari rutinitas latihan merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan lutut.

Kesimpulan

Jangan tunggu rasa nyeri atau cedera parah datang menghampiri, baru kemudian Anda peduli pada lutut. Cedera ACL dapat dimulai dari gerakan sederhana, tapi dapat meninggalkan bekas salama perjalanan hidup dan karier olahraga Anda.

Dengan mengenali risiko sejak awal dan melakukan langkah pencegahan yang konsisten, Anda dapat menjaga lutut tetap kuat, stabil, dan bebas dari trauma jangka panjang. Jadi, putuskan sekarang: lindungi lutut Anda sebelum nyeri menuntut perhatian lebih.
 
Naskah: Dwi Hardianto
Foto: Olink KP
Peninjau: dr. Dadang R. Sasetyo, Sp.OT (K), AIFO-K. 
 
Referensi:  

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

BUKAN SEKADAR “KESELEO”: DISLOKASI DAPAT MENGUBAH HIDUPMU DALAM SEKEJAP

Fraktur Bukan Sekadar Patah Tulang, Kenali Risiko dan Solusinya

KETIKA LUTUT BERBUNYI KREK, AWAL DARI PERJALANAN CEDERA ACL

MENGENAL NYERI LUTUT & PENANGANNYA (BAGIAN 5)