KETIKA LUTUT BERBUNYI KREK, AWAL DARI PERJALANAN CEDERA ACL
Saat sedang melompat atau berpindah arah dalam olahraga, tiba-tiba terdengar suara “krek!” dari lututmu. Sekilas tampak sederhana, dianggap hal biasa, hanya reaksi sendi setelah aktivitas fisik. Namun, suara itu dapat menjadi sinyal bahaya awal — bagian dari perjalanan cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament).
Pasalnya, di balik suara itu tersembunyi kerentanan lutut yang sering tak disadari. Artikel ini mengajak untuk memahami mengapa bunyi “krek” mungkin bukan sekadar kebetulan, melainkan awal dari masalah serius.
Mekanisme Cedera ACL–Lebih dari Sekadar Benturan
Sebagian besar cedera ACL terjadi bukan karena benturan langsung, melainkan melalui gerakan rotasi, perubahan arah cepat, atau pendaratan yang tak ideal. Studi “Non-contact ACL Injuries: Mechanisms and Risk Factors” menunjukkan, banyak cedera terjadi dalam kondisi non-contact. Artinya, lutut bisa “rusak” meskipun tidak ditabrak – cukup melalui kombinasi gerakan mekanis yang membebani ligamen.

“Krek!” – Apa Artinya?
Bunyi “krek” atau “pop” pada lutut saat terjadi gerakan dinamis sering dilaporkan oleh korban cedera ACL. Ini dapat menandakan bahwa ligamen tersebut menahan beban berlebih, lalu robek sebagian atau penuh. Gejala yang menyertainya pada fase akut berupa nyeri langsung dan bengkak, sedangkan fase kronis berupa instabilitas lutut.
Faktor Risiko Pemicu Jalan Cedera
Tidak semua lutut yang mengeluarkan “krek” langsung hanyut ke cedera total. Tapi faktor risiko berikut ini akan memperbesar kemungkinan itu, di antarnya:
- Ketidakseimbangan kekuatan antara otot quadriceps dan hamstring (hamstring yang lemah memudahkan strain pada ACL).
- Kontrol neuromuscular yang kurang optimal – kemampuan tubuh dalam mengatur gerakan sendi dan otot – menjadi faktor penting dalam banyak kasus cedera non-contact.
- Keletihan otot saat akhir sesi latihan kompetitif, yang memicu teknik gerakan “kurang sadar” seperti lutut yang bergeser ke dalam (valgus) saat mendarat.
- Faktor non-modifikasi, seperti anatomi lutut, jenis kelamin (wanita memiliki risiko lebih tinggi), serta riwayat cedera lutut sebelumnya.
Dengan kombinasi “pemicu mekanis + faktor risiko internal”, suara “krek” dapat menjadi titik awal kerusakan mikro maupun makro pada struktur lutut. Jika terus dibiarkan, dapat berkembang menjadi sobekan ACL penuh atau kerusakan sendi lain, seperti meniskus.

Kesimpulan
Jadi, jangan anggap suara “krek” di lutut sebagai hal normal yang dapat diabaikan. Bisa jadi alarm dini bahwa ACL tengah berada dalam tekanan atau mengalami robekan mikro.
Kenali bahwa suara itu mungkin merupakan panggilan tubuh yang meminta perhatian lebih. Melalui teknik gerakan yang tepat, latihan penguatan otot, dan kontrol gerak yang cermat, kita dapat menghentikan perjalanan cedera ACL sedini mungkin.
- Boden, B.P., et al. “Non-contact ACL Injuries: Mechanisms and Risk Factors,” https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3625971/
- Pfeifer, C.E., et al. “Risk Factors Associated with Non-contact Anterior Cruciate Ligament Injury, A Systematic Review,” https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6088120/
- Alsubaie, S.F., et al. “Anterior Cruciate Ligament Injury Patterns and Their Associations,” Medicine (2021), https://journals.lww.com/md-journal/fulltext/2021/01080/anterior_cruciate_ligament_injury_patterns_and.77.aspx
- Tsarbou, C., et al. “ACL Injury Etiology in Its Context: A Systems Thinking Approach,” https://www.mdpi.com/2077-0383/13/16/4928
- Herrington, L., Cooke, R. “Retrospective Analysis of Non-Contact ACL Injury Risk: A Case Series Review of Elite Female Athletes.” J Sports Med Ther, https://www.sportsmedoa.com/journals/jsmt/jsmt-aid1002.php






