Mini Simposium Treatment Ankylosing Spondylitis

Dwi H 12 August 2020
Mini Simposium Treatment Ankylosing Spondylitis

Rumah Sakit Khusus Bedah Halimun (RSKB Halimun) bekerjasama dengan PT Novartis Indonesia menyelenggarakan mini simposium dengan tema“Treatment Ankylosing Spondylitis,”  Rabu (12 Agustus 2020).

Untuk menjaga protokol kesehatan terkait Covid-19, peserta off life yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan RSKB Halimun lantai 4, dibatasi hanya 20 orang. Selanjutnya, peserta nonton bareng (nobar) berada di lantai 1 dan 3 gedung RSKB Halimun, serta masyarakat umum mengikuti secara online via zoom meeting dan channel Youtube (humas rskbh).

Dalam pemaparannya, dokter spesialis ortopedi, traumatologi dan rawan sendi RSKB Halimun, Dr dr H Briliantono M Soenarwo SpOT, FICS, MD, PhD, MBA menjelaskan, Ankylosing Spondylitis adalah peradangan tulang belakang yang menyebabkan tumbuhnya tulang baru.

Terjadinya peradangan atau imflamasi di sekitar persendian tulang belakang, lanjut dokter yang akrab disapa Dr Tony ini, menyebabkan tumbuhnya tulang baru. Tumbuhnya tulang baru di sekitar sendi ini, juga  menyebabkan tulang-tulang itu bertumpuk menjadi satu.  

“Akibatnya, orang tersebut tidak bisa bergerak. Ini yang disebut fusion of bones “bamboo spine.”  Tulang belakangnya menjadi seperti bambu. RSKB Halimun banyak menangani pasien dengan kasus seperti ini,” terang dokter lulusan Kanazawa Medical University Jepang dan St Luke Hospital, Chicago, Amerika Serikat ini.  

 

Treatment

Dr Tony menjelaskan, salah satu treatment  terbaru untuk penderita Ankylosing Spondylitis di RSKB Halimun adalah Fraizeron Secukinumab. Obat ini di-launching sekitar 2015/2016, tapi diakui sebagai obat untuk Ankylosing Spondylitis sekitar tahun 2018.

“Cara kerja Fraizeron adalah mem-block IL-17A, sehingga bisa mencegah kerusakan pada sendi dan tulang. Dengan berentinya kerusakan pada tulang dan sendi, maka dengan treatment lanjutan berupa latihan dan fisioterapi, tulang dan sendi bisa kembali bergerak normal,” jelasnya.

Hal senada diungkap Manajer Area PT Novartis Indonesia, Agus Tiyanto. Menurutnya, saat ini, treatment terbaik untuk mengobati Ankylosing Spondylitis hanya Fraizeron Secukinumab. “Pengobatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada tulang dan sendi, sehingga tulang dan sendi tidak menyatu,” pungkasnya.

Naskah: Dwi H

Foto & Video: Olink KP   

Berita Lainnya

RSKB Halimun Menandatangani Pembelian MRI EMMA 1.5 T Secara Virtual

12 November 2020

DIBUTUHKAN SEGERA "PERAWAT"

15 October 2020

Protokol Berkunjung Ke RSKB Halimun Pada Era PSBB Transisi

05 June 2020

Protokol Covid-19 Saat Bekerja Pada Era PSBB Transisi

04 June 2020