Terapi Infus di RSKB Halimun

Dwi H 07 December 2020

Terapi Infus merupakan metode pengobatan yang bertujuan memberikan cairan, vitamin atau obat melalui pembuluh darah. Metode ini umumnya dilakukan pada pasien yang dehidrasi, mengalami perdarahan, tidak bisa menelan, koma, akan menjalani operasi, memiliki ganguan pencernaan, dan kondisi lainnya yang ditentukan berdasarkan diagnosa dokter.

Tujuan utama pemberian terapi infus adalah memberikan sejumlah cairan, vitamin atau obat ke dalam tubuh pasien sebagai pengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat penyakit, prosedur medis tertentu, atau untuk pengobatan tertentu yang lebih efektif dibanding pemberian obat secara oral.

Sebagai Rumah Sakit Khusus Bedah Ortopedi, pasien RSKB Halimun sebagian besar adalah penderita osteoporosis dan osteoartritis. Obat yang digunakan umumnya untuk menguatkan tulang, otot, mengurangi peradangan dan pereda rasa sakit. Obat-obat tersebut, umumnya bisa mengganggu sistem pencernaan, khususnya bagi penderita maag dan tukak lambung.

Karena itu, Tim Dokter RSKB Halimun mempunyai solusi. Salah satunya, dengan menerapkan Terapi Infus kepada pasien yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, maag kronis dan tukak lambung. Terapi infus ini diberikan setelah pasien menjalani pemeriksaan dan mendapatkan diagnosa dari dokter, karena tidak semua pasien harus menjalani terapi infus.   

Selain adanya riwayat ganguan pencernaan, maag kronis dan tukak lambung pada pasien, terapi infus jauh lebih efektif dibanding obat oral. Pasalnya, cairan infus langsung menuju sasaran tanpa melalui sistem pencernaan dan dosis yang diberikan juga sesuai dengan yang dibutuhkan pasien.

Sedangkan pengobatan menggunakan obat yang dimakan, biasanya dosisnya lebih besar dari yang dibutuhkan pasien. Ini untuk menghindari terjadinya penyerapan yang kurang optimal pada sistem pencernaan pasien. Jadi, terapi infus merupakan salah satu metode pengobatan yang efektif dan tepat sasaran bagi pasien dengan kondisi medis tertentu.

 Naskah: Dwi H                                                                                                                                                                                       Foto & Video: Olink KP  

Artikel Lainnya

Mengenal Penyakit Frozen Shoulder

PROSEDUR CUCI TANGAN BEDAH SESUAI PROSEDUR DI RS. KHUSUS BEDAH HALIMUN

Mengenal Varian Omicron & Cara Mengantisipasinya

IDAI: “Anak Usia 6-11 Tahun yang Tak Dapat Divaksin Covid-19”