Standarisasi Pemakaian Masker di RSKB Halimun Selama Pandemi Covid-19

Dwi H 15 April 2020
Standarisasi Pemakaian Masker di RSKB Halimun Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang masih berlangsung di negeri ini dan belahan dunia lainnya, membuat semua pihak khususnya rumah sakit dan pelayanan medis lainnya menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhan.

Apalagi, banyak pihak yang kemudian memburu masker medis yang sebenarnya diperuntukkan bagi petugas medis dalam menjalankan tugasnya. Akibatnya, masker jenis ini pun langka dan jika pun ada harganya mahal.

Karena itu, Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halimun menyiapkan masker khusus untuk petugas non medis yang harus bekerja di tengah-tengah situasi pandemi ini. Masker yang didatangkan dari Jepang ini termasuk dalam katagori masker anti micro bacterial, anti air dan bisa dicuci.

Makser ini terbuat dari dua lapis material kain khusus untuk pembuatan masker. Mencucinya bisa menggunakan air panas hingga suhu 40 derajat celcius dan sabun atau diterjen. Tapi ditidak boleh mencuci menggunakan pemutih. Boleh juga diseterika dengan tingkat panas medium.    

 

 

Direktur RSKB Halimun Dr dr H Briliantono M Soenarwo SpOT FICS MD PhD MBA menuturkan, semua petugas rumah sakit ketika berada di luar rumah sakit pada dasarnya adalah non medis. Tapi ketika bekerja di rumah sakit, bertemu dan melayani pasien secara langsung, status non medis berubah menjadi petugas medis.

Karenanya, RSKB Halimun membekali semua petugasnya dengan masker non medis ini. Sedangkan masker khusus medis, hanya digunakan dan dikenakan oleh petugas medis yang melayani pasien secara langsung di rumah sakit. 

“Siapa saja karyawan RSKB Halimun yang termasuk petugas medis, di antaranya para dokter, perawat kamar bedah, perawat rawat inap, perawat ODC, petugas laboratorium, fisioterapi dan radiologi. Di luar ini tidak memerlukan masker medis,” jelas Doktor Spesialis Ortopedi, Rawan Sendi dan Pengeroposan Tulang yang akrab disapa Dr Toni ini.

 

 

Tata Cara Pemakaian Masker Non Medis dan Medis:

  1. Makser non medis ini terdiri dari dua bagian, bagian hidung dan dagu. Letakkan sesuai tempatnya masing-masing.
  2. Sangkutkan karetnya di telinga. Bagi yang memakai jilbab bisa ditambah dengan memakai velcro (juga disediakan oleh RS) sebagai alat bantu.
  3. Dari rumah dan selama dalam perjalanan menuju rumah sakit, semua karyawan RSKB Halimun wajib mengenakan masker non medis ini.
  4. Sesampainya di rumah sakit, bagi petugas medis wajib memakai masker khusus medis (Surgical Face Mask). Caranya, masker medis ini kita dobelin pemakaiannya pada bagian luar dari masker non medis atau menjadi pelapisi luar dari masker non medis yang sudah kita kenakan.
  5. Dengan cara ini, in syaa Allah petugas medis dan non medis RSKB Halimun akan terlindungi dari virus Korona (Covid-19) dan virus lainnya.
  6. Ketika mau pulang, masker medis kita lepas dan kita hanya mengenakan masker non medis selama di perjalanan sampai di rumah.
  7. Sampai di rumah, masker non medis kita lepas dan kita cuci menggunakan diterjen lalu dijemur. Jika sudah kering diseterika dengan panas medium.
  8. Satu karyawan RSKB Halimun mendapat jatah dua masker non medis dikali jumlah anggota keluarga. Sehingga, jika yang satu sedang dicuci bisa memakai yang satunya, demikian seterusnya.
  9. Demikian juga dengan keluarga karyawan RSKB Halimun, in syaa Allah akan terlindungi juga karena masing-masing anggota keluarga mendapat jatah 2 masker non medis.   

“Harapan saya, dengan standarisasi dan prosedur pemakaian masker ini, semakin menguatkan dan mengokohkan ikhtiar kita dalam melindungi seluruh keluarga besar RSKB Halimun dari infeksi virus Korona (Covid-19). In syaa Allah, Allah Yang Maha Kuasa akan melindungi kita semua, aamiin,” pungkas Dr Tony.   

 

Naskah: Dwi Hardianto

Foto/Video: Dani & Olink KP

 

Artikel Lainnya

MENGENAL LOW BACK PAIN ATAU SARAF KEJEPIT

FISIOTERAPI RSKB HALIMUN

Digital X-Ray Tomosynthesis

WHO: Ventilasi Baik Cegah Covid-19