Pemilihan Alat Bantu Jalan (Bagian 1)

Dwi H 20 January 2021

Oleh: Oktavianus Marciano, Briliantono M. Soenarwo

Berjalan merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan berjalan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan menyebabkan ketergantungan dengan orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini berhubungan dengan risiko jatuh dan dapat dialami seseorang yang menjalani pembedahan maupun tidak. Dengan bantuan alat bantu jalan, gangguan berjalan ini dapat teratasi.(1,2,3).

Berikut ini kami sajikan tulisan berseri tentang alat bantu berjalan, jenis-jenisnya dan mana yang cocok sesuai kebutuhan Anda atau keluarga Anda. Usia lanjut/geriatri adalah salah satu kelompok yang sering mengalami gangguan berjalan. Geriatri terdapat perubahan-perubahan di tubuh dan penyakit lain, seperti osteoporosis atau penurunan refleks pertahanan, sehingga lebih rawan terjadi cedera berat. Konsekuensi jatuh  pun tidak hanya berdampak pada fisik saja, namun juga berdampak pada penurunan mobilitas dan kurangnya percaya diri, sehingga menyebabkan penurunan kualitas hidup.(3). 

Alat bantu jalan membantu mengurangi beban yang diterima oleh bagian tubuh yang bermasalah. Pengurangan beban menyebabkan berkurangnya nyeri yang dirasakan seseorang.(2). Alat bantu jalan juga memperbaiki keseimbangan dan stabilitas seseorang. Selain itu, alat bantu jalan dapat memberikan umpan balik sensoris.(4).

Banyak orang mendapatkan alat bantu jalan yang tidak sesuai kebutuhan dan 70% orang menggunakan tongkat dengan cara yang salah.(5,6).  Hanya 1/3 orang yang mendapatkan alat bantu jalan dari dokter dan hanya 20% yang menerima edukasi cara penggunaannya.(7,8). Penggunaan alat bantu jalan juga dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera. Bila alat digunakan terus-menerus, maka dapat juga mencederai anggota gerak atas. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan pemilihan alat bantu jalan ini.(1).

Pemilihan alat yang cocok disesuaikan dengan kekuatan, ketahanan, keseimbangan, fungsi kognisi seseorang, dan juga keadaan lingkungan. Pemilihan alat dengan bantuan tenaga ahli merupakan hal penting dalam meningkatkan mobilitas dan menurunkan disabilitas.(1). 

Jenis Alat Bantu Jalan

Begitu banyak alat bantu jalan yang beredar di masyarakat. Setiap alat mempunyai keuntungan dan kelebihan masing-masing. Umumnya, alat bantu jalan dapat dibagi menjadi 3 jenis: cane/tongkat, crutch/kruk, dan walker.  Kami akan bahas satu per satu, dimulai dari cane (tongkat), karena alat bantu jalan ini yang paling sering kita lihat.

1. Cane/Tongkat

Tongkat dapat membantu anggota gerak bawah yang lemah atau nyeri, meningkatkan stabilitas dan keseimbangan. Manfaat penggunaan tongkat juga dirasakan seseorang dengan gangguan penglihatan karena dapat meraba dan mengenali lingkungan sekitar. Keuntungan tongkat juga didapatkan melalui bentuk yang lebih kecil dibandingkan alat bantu jalan lain, sehingga mudah digunakan pada daerah sempit. Selain itu, seseorang yang menggunakan tongkat, ditemukan peningkatan kemampuan fungsi dalam beraktivitas dan kepercayaan diri.(1,9).  

Tongkat terdiri dari 3 bagian: pegangan (handle), batang (shaft), dan alas (base). Ketiga komponen ini perlu dipahami seseorang sebelum memilih jenis tongkat yang beredar. Pegangan tongkat standar dapat meningkatkan risiko carpal tunnel syndrome dan risiko tersebut dapat diturunkan bila memilih tongkat dengan pegangan seperti “shotgun” yang mendistribusikan beban ke seluruh tangan.(1). Pegangan tipe “C” umumnya kurang nyaman digunakan dan sulit digenggam pada seseorang yang mempunyai gangguan di tangan. Alas yang lebih lebar memberikan bantuan penopangan yang lebih baik.(9). Alas tongkat dapat terdiri dari 1, 3, atau 4 kaki.(1).  

a. Standard cane

Umumnya berbahan kayu atau aluminium. Tongkat ini lebih murah dan ringan.(1,9). 

Penggunaan Standard Cane (Gambar 1). 
Standard Cane dengan Pegangan Shotgun & Standar (Gambar 2)

 

b. Offset cane

Tongkat ini mempunyai lengkungan yang menyebabkan beban seseorang dalam menumpu pada tongkat dapat berkurang. Cocok digunakan pada orang yang mempunyai kelemahan ekstremitas atas.(1). 

 

c. Quadripod cane

Tongkat tipe ini bercabang 4 kaki. Dengan banyaknya cabang dan luas pada alas ini, seseorang dapat berdiri lebih kuat dan stabil ketika digunakan. Tongkat dengan cabang seperti ini agak berat dan biasanya penggunaan untuk sementara lebih disenangi.(1,9). (Bersambung). 

 Penggunaan Offset Cane (Gambar 3). Quadripod Cane (Gambar 4).

 

Referensi:

  1. Bradley SM, Hernandez Cameron. Geriatric assistive devices. American Family Physician 2011;84(4):405-411.
  2. Faruqui SR, Jaeblon T. Ambulatory assistive devices in orthopaedics: uses and modification. Journal of the American Academy of Orthopaedic Surgeons 2010;18(1):41-50.
  3. Martins M, Santos CP, Frizera-Neto A, Ceres R. Assistive mobility devices focusing on smart walkers: classification and review. Robotics and Autonomous Systems 2012;60:548-562.
  4. Tulaar ABM, Wahyuni LK, Wirawan RP, Aliwarga J, editors. Layanan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Jakarta: PERDOSRI; 2013.
  5. Kaye HS, Kang T, LaPlante MP. Mobility device use in the United States. Disability statistics report no. 14. Washington, DC: National Institute on Disability and Rehabilitation Research, U.S. Department of Education; 2000.
  6. Alexander NB. Gait disorders in older adults. J Am Geriatr Soc. 1996;44(4):434-451.
  7. Liu HH. Assessment of rolling walkers used by older adults in senior-living communities. Geriatr Gerontol Int. 2009;9(2):124-130.
  8. Liu HH, Eaves J, Wang W, Womack J, Bullock P. Assessment of canes used by older adults in senior living com- munities. Arch Gerontol Geriatr. 2011;52(3):299-303.
  9. Esquenazi A. Lower Extremity Orthotics, Shoes, and Gait Aids. In: Frontera WR, DeLisa JA, Gens BM, Walsh NE, Robinson LR, editors. DeLisa’s Physical Medicine & Rehabilitation. 5th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2010. p. 2063-2080.
Editor: Dwi B & Dwi H
Grafis: Olink KP

Artikel Lainnya

Penanganan Awal Keseleo

Zoom Meeting "Update Pedoman Tatalaksana Penanganan Covid-19"

Pemilihan Alat Bantu Jalan (Bagian 3-Habis)

Pemilihan Alat Bantu Jalan (Bagian 2)