BUKA PUASA BERSAMA & SYUKURAN MILAD KE-5 RS KHUSUS BEDAH HALIMUN

Dwi H 13 April 2022

Bertepatan dengan bulan Ramadhan 1443 H dan masih berada pada masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 3 tahun, keluarga besar RS Khusus Bedah Halimun menyelenggarakan “Buka Puasa Bersama & Tasyakuran Milad Ke-5 RS Khusus Bedah Halimun.” Jika dihitung sejak berstatus Klinik Halimun Medical Centre (Klinik HMC) yang berdiri tahun 2005, RSKB Halimun sudah memasuki usia remaja, 17 tahun.

Acara yang diselenggarakan hari Selasa (12 April 2022 / 10 Ramadhan 2022) pukul 16.00 WIB sampai berakhirnya shalat Tarawih berjamaah ini, berlangsung di Mushala Asyifa Lantai 4 Gedung RSKB Halimun. Pada rangkaian acara ini menghadirkan penceramah Dr. Ade Purnama Hadi Lc MA dan imam shalat Ustadz Muhammad Daud Haris. Meski sederhana, tapi berlangsung khusyuk dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mengantisipasi penularan Covid-19. 

Acara ini dihadiri oleh Hj Niken Wulandari SiP MBA (Direktur Utama PT Halimun Medical Centre), Dr dr H Briliantono M Soenarwo SpOT FICS MD PhD (Direktur RSKB Halimun), dr H Ahsan Hatman SpAn (Dokter Spesialis Anestesi), dr Wibowo Sukijat MARS (Ketua Komite Medis RSKB Halimun), karyawan yang tidak menjalankan tugas pelayanan dan sebagian karyawan yang sedang bertugas mengikuti melalui zoom meeting.

Direktur RS Khusus Bedah Halimun Dr dr H Briliantono M Soenarwo SpOT FICS MD PhD mengawali sambutannya dengan mengutip al-Qur’an Surat an-Nisa’ ayat 86: Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.”

Selanjutnya, Doktor Spesialis Ortopedi dan Traumatologi alumni Kanazawa Medical University Jepang Bidang Bedah Ortopedi (S2) dan Cairan Sendi (S3), serta Program Doktor (S3) di St Luke Hospital Chicago USA ini mengingatkan, tepat 5 tahun lalu RS Khusus Bedah Halimun lahir. “Meski baru berusia 5 tahun, RSKB Halimun telah tumbuh menjadi rumah sakit yang lincah dan trengginas, sehingga keberadaannya sangat diperhitungkan oleh dunia perumasakitan di DKI Jakarta dan Tanah Air,” tandasnya.

Dokter yang akrab disapa Dr Tony ini menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melupakan sejarah proses tumbuh kembang RSKB Halimun. Dimulai dari rumah sakit sangat sangat sangat sederhana (SSSH), menjadi rumah sakit sederhana, hingga tumbuh menjadi RS Khusus Bedah Halimun (RSKB Halimun) seperti sekarang ini.

Dinamika ini, tambah Dr Tony, karena RSKB Halimun selalu mengikuti perkembangan baik pada lingkungan di dalam maupun di luar, di antaranya:

  1. Mengikuti dan mencermati perkembangan peraturan atau regulasi pemerintah yang terus berubah setiap saat demi kebaikan bersama.
  2. Mengikuti dan melakukan update terhadap perkembangan ilmu pengobatan yang juga terus berkembang dari berbagai penjuru dunia.
  3. Mengikuti dan meningkatkan kemampuan semua staf RS Khusus Bedah Halimun pada semua bidang dengan tetap menyesuaikan pada situasi, kondisi dan domisili. “Karena kami berprinsip menyadari kekurangan diri itu jauh lebih baik, daripada bangga dengan kelebihan yang kita miliki,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, saat ini, RSKB Halimun telah dikenal sebagai RS Khusus Ortopedi yang memiliki warna tersendiri karena memiliki ketajaman dan ketepatan dalam menegakkan diagnosa kepada pasien. Sehingga, kami dapat menangani kondisi kesehatan pasien dengan sebenar-benarnya. Inilah yang diakui oleh teman-teman dari rumah sakit lain dan dari pasien sendiri,” jelas Dr Tony.

Pencapaian ini, menurutnya karena RSKB Halimun selalu mengembangkan sarana dan prasarana menjadi yang terdepan. Termasuk dukungan semua staf rumah sakit yang selalu melakukan update diri terhadap perkembangan ilmu pengobatan sesuai bidangnya masing-masing. “Sistem diagnosa kami pada unit Radiologi merupakan yang tercanggih di DKI Jakarta. Dalam waktu dekat, Unit Radiologi juga akan segera memiliki MRI canggih yang baru keluar di pasar MRI,” tambah Dr Tony.

Pada kesempatan ini, Dr Tony juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua staf dan ucapan terima kasih kepada sahabat-sahabatnya yang sangat setia mendampinginya sejak awal merintis rumah sakit hingga saat ini.  

“Atas nama pribadi, sebagai dokter spesialis ortopedi, sekaligus sebagai Direktur RS. Khusus Bedah Halimun, dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, jika selama ini belum mampu memimpin dengan baik sesuai harapan teman-teman semua,” harap Dr Tony.  

“Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada kawan-kawan yang sangat setia, selalu mendampingi saya dalam mengembangkan rumah sakit ini sejak awal, seperti Pak Kosim Anda, Ibu Juju, dan Ibu Rahmah. Tidak ketinggan kawan-kawan yang selalu mendorong saya agar RS ini terus berkembang dan maju, Pak Wibowo Sukijat dan Ibu Joice,” tambahnya.

Sedangkan Dr Ade Purnama Hadi Lc MA dalam ceramahnya menjelaskan, Ramadhan disebut juga sebagai bulan al-Qur’an. Sedangkan al-Quran merupakan mukjizat bagi Rasulullah SAW. Sebagaimana Nabi-Nabi lainnya yang juga dianugerahi mukjizat sesuai dengan apa yang dikagumi umatnya pada saat itu.

Ustadz Dr Ade menjelaskan beberapa mukjizat al-Qur’an yang dapat dirasakan meski kita tidak memahami Bahasa Arab. Pertama, gaya bahasa al-Qur’an sangat indah sehingga mengalahkan syair-syair kaum Quraisy yang pada saat itu merupakan ahli syair di dunia Arab. Kedua, kandungan dan isi al-Qur’an penuh dengan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia saat ini.

Karena itu, lanjut Ustadz yang sering tampil pada Acara Damai Indonesia TVOne ini mengajak, selama Ramadhan untuk memperbanyak interaksi dengan al-Qur’an. Mulai dari membaca, menghafalkan, hingga mentadaburi (mengkaji) isi dan kandungan al-Qur’an. “Selama Ramadhan, harus kita upayakan agar menjadi ahli al-Qur’an. Yang paling utama menjadi ahli al-Qur’an adalah menjadi penghafal (hafidz) al-Qur’an. Jika tidak bisa lagi, siapkan anak kita, atau cucu kita menjadi hafidz al-Qur’an,” jelasnya.  

Ustadz Ade melanjutkan, untuk menjadi ahli al-Qur’an juga dapat diraih dengan cara ikut berkontribusi semaksimal mungkin untuk perkembangan lembaga-lembaga tahfidz (penghafal) qur’an, seperti menjadi donaturnya, membiayai honor ustadz pengajar al-Qur’an, menyumbang mushab al-Qur’an, dan lainnya.             

Rangkaian syukuran dan buka puasa bersama ini, dilanjutkan dengan berbuka puasa, shalat Maghrib berjamaah, makan malam, kemudian ditutup dengan shalat Isha dan Tarawih berjamaah.
 
Naskah: Dwi Hardianto
Foto: Olink KP
 

 

 

 

 

 

Berita Lainnya

RS KHUSUS BEDAH HALIMUN HADIRI PUNCAK ACARA PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-58

29 November 2022

KUNJUNGAN TIM TUBERCULOSIS DINAS KESEHATAN JAKARTA SELATAN KE RS KHUSUS BEDAH HALIMUN

04 November 2022

FREE WEBINAR “MENGENAL TRIGGER FINGER DAN PENANGANANNYA”

26 October 2022

PERESMIAN FASILITAS HIDROTERAPI RS. KHUSUS BEDAH HALIMUN

14 October 2022