Penanganan Awal Keseleo

Dwi H 19 May 2021

Oleh: dr. Oktavianus Marciano

 

Keseleo. Istilah ini sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Secara medis, keseleo berarti sprain (cedera pada ligament) atau strain (cedera pada tendon). Keseleo merupakan cedera yang sering terjadi saat olahraga, terutama pada pergelangan kaki.

Cedera jenis ini juga merupakan salah satu penyebab utama osteoartritis persendian pergelangan kaki setelah trauma.1,2) Keseleo dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan hingga keterbatasan pergerakan sendi.1)

Untuk mengatasi cedera keseleo, penanganan segera pada fase awal timbulnya cedera merupakan hal yang penting dan menentukan terkait dengan pemulihan jangka pendek dan jangka panjang.2)

Penanganan awal keseleo dapat dilakukan dengan protokol PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, and Elevation) atau POLICE (Protection, Optimal Loading, Ice, Compression, and Elevation).

Prinsip dalam menangani cedera keseleo ini, cukup mudah dan praktis diterapkan pada berbagai situasi di luar ataupun di rumah sakit.1,3) Penerapan untuk menangani cedera keseleo ini dilakukan selama 2-3 hari setelah keseleo.4)

 

Protokol PRICE

Selanjutnya, diuraikan tentang masing-masing item pada protokol PRICE, yaitu: Proteksi/Perlindungan (Protection), Istirahat (Rest), Es (Ice), Kompresi/Tekanan  (Compression), dan Elevasi/Ketinggian (Elevation).

1. Proteksi & Istirahat

Proteksi atau perlindungan penting dilakukan untuk menjaga daerah cedera agar tidak bertambah parah. Proteksi dan istirahat juga mengurangi perdarahan dan mencegah terjadinya kejadian berulang.2,3)  Caranya, dilakukan dengan menggunakan alat bantu jalan, khususnya untuk kasus keseleo anggota gerak tubuh bagian bawah.3) Proteksi dan istirahat dilakukan minimal 3 hari setelah keseleo.2,3)

2. Es

Penggunaan es selain berfungsi sebagai antinyeri, juga bisa mengurangi kerusakan sel yang terjadi akibat keseleo.2,3) Kompres es dapat dilakukan dengan menggunakan ice pack, cold gel pack atau es yang dimasukan ke dalam plastik. Es tersebut diletakkan pada anggota gerak yang cedera.3) Penggunaan es dilakukan segera setelah cedera dengan durasi selama 20-30 menit dan diulang setiap 2 jam.2)

3. Kompresi

Kompresi atau tekanan ditujukan untuk mengurangi perdarahan dan peradangan yang terjadi setelah cedera.2) Caranya, dilakukan dengan menggunakan perban elastis dengan ukuran dan cara membalut yang sesuai lokasinya. Pemasangan perban elastis untuk kompresi harus memberikan tekanan yang cukup, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar.

Perban juga harus memberikan rasa nyaman setelah dipasang. Kompresi yang terlalu berlebih dapat menyebabkan bengkak pada sekitar perban, rasa tidak nyaman, dan menyebabkan gangguan lainnya.3) Tindakan kompresi ini dilakukan selama 72 jam pertama setelah cedera.2)

4. Elevasi

Elevasi atau ketinggian berguna untuk mengurangi pembengkakan akibat penumpukan cairan dan mencegah nyeri.2,3) Jika terjadi cedera anggota gerak bawah, elevasi dapat dilakukan dengan mengganjal kaki menggunakan bantal atau selimut. Elevasi diberikan agar daerah cedera lebih tinggi daripada paha.3) Elevasi dilakukan selama 72 jam pertama setelah cedera.2)

 

Protokol POLICE

Berikutnya, diuraikan tentang protokol POLICE, yaitu Proteksi/perlindungan (Protection), Optimal Loading (Pemberian Beban Optimal), Es (Ice), Compression, and Elevation)    

Penerapan istilah PRICE sudah lama digunakan untuk menangani keseleo (cedera otot atau ligament). Tapi, melalui berbagai penelitian terakhir, muncul istilah baru dalam penanganan cedera keseleo, yaitu POLICE. Perbedaan utama antara PRICE dan POLICE terletak pada komponen Istirahat (Rest)  pada PRICE yang diganti dengan Optimal Loading  pada POLICE.5)

Ternyata, Istirahat (Rest) jangka panjang setelah cedera ditemukan, dapat membahayakan dan menghasilkan efek samping pada biomekanik dan bentuk jaringan daerah cedera. Selain itu, istirahat juga dapat menghambat penyembuhan.

Penelitian-penelitian terakhir menemukan bahwa pemberian beban yang optimal pada daerah cedera dapat memaksimalkan adaptasi tubuh terhadap perubahan yang terjadi akibat cedera, meningkatkan penyembuhan jaringan, mengembalikan kekuatan dan bentuk jaringan kembali baik.

Salah satu cara pemberian beban dilakukan dengan mobilisasi. Mobilisasi sesegera mungkin merupakan hal yang efektif dalam penyembuhan keseleo pergelangan kaki,  karena memicu peningkatan vaskularisasi dan regenerasi. Karena itulah, Rest diganti dengan Optimal Loading (Pemberian Beban Optimal). Sehingga, istilah baru yang digunakan adalah POLICE.1,5,6)

Tapi karena beban yang dapat diberikan pada setiap orang berbeda dan pemberian beban yang berlebihan dapat memicu terjadinya cedera berulang, maka pemberian beban optimal pada daerah cedera memerlukan penilaian terlebih dahulu dan harus dilakukan sesuai anjuran dokter ahli.5)

Kesimpulannya, dalam menangani keseleo, memilih tindakan awal dengan menggunakan protokol PRICE lebih praktis dan mudah dilakukan. Sedangkan tindakan awal menggunakan protokol POLICE memerlukan konsultasi dan pendampingan dari dokter atau tenaga medis yang ahli pada bidang ini.

Referensi

  1. Fernandes TL, Pedrinelli A, Hernandez AJ. Muscle injury - physiopathology, diagnosis, treatment, and clinical presentation. Rev Bras Otop. 2011; 46 (3): 247-255.
  2. Bleakley CM, Glasgow PD, Phillips N, Hanna L, Callaghan MJ, Davison GW, et al. Management of acute soft tissue injury using protection rest ice compression elevation: recommendations from the association of chartered physiotherapists in sports and exercise medicine (ACPSM). 2010.
  3. Norton C. How to use PRICE treatment for soft tissue. Nursing Standard 2016; 30 (52): 48.
  4. Matfulli N, Olivia F, Nanni G, Barazzuol M, Via AG, Ramponi C, et al. ISMuLT guidelines for muscle injuries. Muscles, Ligaments and Tendons Journal 2013; 3 (4): 241-249.
  5. Bleakley CM, Glasgow P, MacAuley DC. PRICE needs updating, should we call the POLICE?. Br J Sports Med 2012; 46: 220-221.
  6. Glasgow P, Phillips N, Bleakley C. Optimal loading: key variables and mechanisms. Br J Sports Med 2015; 49 (5): 278-279.
Editor: Dwi B & Dwi H
Foto & Grafis: Olink KP

Artikel Lainnya

Zoom Meeting "Update Pedoman Tatalaksana Penanganan Covid-19"

Pemilihan Alat Bantu Jalan (Bagian 3-Habis)

Pemilihan Alat Bantu Jalan (Bagian 2)

Pemilihan Alat Bantu Jalan (Bagian 1)