Mengenal Varian Omicron & Cara Mengantisipasinya

Dwi H 02 December 2021

Varian Omicron diperkirakan 5 kali lebih menular dari varian awal Covid-19 dan mampu menembus imunitas yang telah dibentuk tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan nama "Omicron" untuk varian baru virus Corona B.1.1.529 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. WHO juga menetapkan varian Omicron memiliki beberapa mutasi yang karakteristiknya mengkhawatirkan sehingga perlu mendapatkan perhatian serius.

Mengutip keterangan WHO, sampel pertama varian asal Afrika Selatan ini ditemukan pada 9 November 2021 dan dilaporkan ke WHO pada 27 November 2021. Technical Advisory Group on SARS-COV-2 Virus Evolution (TAG-VE) mencatat, varian ini miliki banyak mutasi dan beberapa di antaranya mengkhawatirkan.

Indikasi awal menunjukkan, varian ini memiliki risiko tinggi reinfeksi dibandingkan varian lain, menular lebih cepat 5 kali dibanding varian lain, dan mampu menembus imunitas yang telah dibentuk tubuh. 

Para peneliti di Afrika Selatan menemukan 32 mutasi spike protein dan 50 mutasi pada varian ini. Sebagai perbandingan, varian Delta hanya memiliki dua mutasi spike protein.

Peneliti melihat varian ini memiliki kemiripan dengan varian Lambda dan Beta yang terkenal memiliki kemampuan melawan imunitas yang telah terbentuk. Varian ini dikhawatirkan tak hanya lebih cepat menyebar tapi juga dapat menerobos sistem imunintas seseorang yang telah terbentuk. 

Para penelitian di Hongkong menemukan, varian ini sangat airborne. Hal ini ditunjukkan oleh dua korban di ruangan yang berseberangan dengan sampel virus ditemukan di beberapa sudut kedua ruangan.

Varian ini banyak ditemukan pada individu berusia 18-34 tahun yaitu kelompok dengan tingkat vaksinasi paling rendah di Afrika Selatan. Tingkat vaksinasi di negara ini baru 24%. Selain Afrika Selatan, varian ini juga sudah terdeteksi di Hong Kong, Botswana, Israel, Inggris, Jerman, Italia dan Amerika Serikat.

Rekomendasi WHO

Untuk mencegah penyebaran varian Omicron, WHO merekomendasikan agar negara-negara melakukan langkah-langkah, sebagai berikut: 

  1. Memperkuat upaya surveillance dan sequencing untuk lebih memahami peredaran varian Covid-19.
  2. Menyampaikan genome sequence yang lengkap dan metadata terkaitnya ke database publik (GISAID).
  3. Melaporkan kasus/kluster yg terkait dgn VO ke WHO melalui mekanisme IHR.
  4. Jika memiliki kapasitas, melakukan investigasi lapangan dan assessment laboratorium untuk memperkaya pemahaman mengenai dampak terhadap epidemiologi, severity, efektivitas public health and social measures, alat diagnostik, dampak imunitas, netralisasi terhadap antibodi dan karakteristik lainnya.  

Antisipasi Indonesia

Untuk mencegah penyebaran varian Omicron, Pemerintah Indonesia juga mengantisipasi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan, di antaranya:

  1. Melarang masuk WNA ke wilayah Indonesia bagi yang memiliki riwayat perjalanan dari delapan negara di Afrika (Yaitu, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini dan Nigeria) dalam 14 hari terakhir. 
  2. Memperpanjang masa karantina dari sebelumnya 7 hari menjadi 10 hari bagi WNI dan WNA yang datang dari luar negeri, khususnya bagi yang memiliki riwayat perjalanan dari 8 negara yang sebelumnya dilarang.
  3. Melarang pejabat negara dari semua tingkatan bepergian ke luar negeri, kecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Sumber: Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 15 September 2021.

Antisipasi Masyarakat

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran varian ini? Direktur RS. Khusus Bedah Halimun Dr. dr. H. Briliantono M. Soenarwo, SpOT, FICS, MBA, MD.PHD merekomendasikan beberapa hal sebagai panduan:

  1. Tetap tenang dan jangan panik.
  2. Pantau perkembangan informasi tentang varian Omicron ini dari sumber-sumber resmi dan kredibel.
  3. Tetap menerapkan protokol kesehatan ketat di manapun berada.
  4. Tetap menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.
  5. Terus berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.    


Naskah & Foto: Dwi H

Artikel Lainnya

Mengenal Penyakit Frozen Shoulder

PROSEDUR CUCI TANGAN BEDAH SESUAI PROSEDUR DI RS. KHUSUS BEDAH HALIMUN

IDAI: “Anak Usia 6-11 Tahun yang Tak Dapat Divaksin Covid-19”

Penanganan Awal Keseleo